ChatGPT Image Jan 23, 2026, 09_09_16 PM-1
Kolaborasi Lintas Elemen, Salaka, KEHATI, dan Nestlé Bersihkan Pantai di Pandeglang, Olah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Bukan lagi sekadar isu lingkungan biasa, keberadaan sampah plastik di wilayah pesisir telah berubah menjadi ancaman nyata yang mengintai ekosistem dan mata pencaharian masyarakat. Dalam upaya menghadirkan solusi tepat guna untuk mengatasinya, Yayasan Lestari Alam Kita (Salaka) bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan PT Nestlé Indonesia menggelar aksi bersih pantai di Pantai Legon, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang dan pengolahan sampah plastik tak bernilai ekonomi menjadi berbagai produk bernilai tambah pada Selasa 12 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan pelajar, komunitas lingkungan, akademisi, hingga pemerintah daerah untuk membersihkan sampah plastik di kawasan pesisir.

Direktur Yayasan Salaka, Hendrawan Syafrie, mengatakan aksi tersebut menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir. “Pantai dan laut bukan hanya sumber kehidupan masyarakat pesisir, tetapi juga aset lingkungan yang harus dijaga bersama,” kata Hendrawan.

Setelah aksi bersih pantai, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan transfer teknologi pengelolaan sampah plastik. Sampah yang telah dipilah diolah menjadi produk bernilai guna seperti paving blok dan jam dinding.

Manager Komunikasi dan Kerja Sama Yayasan KEHATI, Elvira P. Wongsosudiro, menilai kolaborasi lintas sektor penting untuk mendorong pengelolaan lingkungan pesisir yang berkelanjutan.

Sementara itu, Sustainability Manager PT Nestlé Indonesia, Helena Ariesty, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat program pelestarian lingkungan berbasis masyarakat sebagai upaya menumbuhkan sirkular ekonomi melalui pengelolaan dan pengolahan sampah dari sumbernya.

Aksi bersih pantai ini turut melibatkan komunitas Rhino Bahari, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Kecamatan Sumur, Pemerintah Desa Sumberjaya, Babinkamtibmas Desa Sumberjaya,  Brigslapa SMA 16 Pandeglang, serta SD Negeri Sumberjaya 01.

Camat Sumur, Aang Sumarna S.Sos menyampaikan bahwa penanganan sampah plastik menjadi salah satu tantangan berat yang dihadapi oleh masyarakat di Kecamatan Sumur. Kesadaran untuk memilah sampah harus terus ditingkatkan, salah satu caranya adalah melalui transfer teknologi dan pengetahuan yang dilakukan oleh Yayasan SALAKA dan tim.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Onah, STP, MM mengatakan persoalan sampah pesisir menjadi tantangan serius karena berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas perikanan masyarakat. “Sampah yang dipilah juga bisa diolah menjadi produk bernilai tambah yang mendukung ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat tidak boleh sungkan dan malu memilah sampah mulai dari sumbernya” ujarnya.

“Keterlibatan berbagai pihak dalam upaya penyadartahuan masyarakat untuk mengelola sampah plastik di lingkungannya harus dilakukan secara kolaboratif sehingga dampak dan perubahan yang terjadi akan dirasakan secara luas dengan hadirnya lingkungan pesisir yang bersih, sehat dan indah” Demikian disampaikan oleh Adi Susanto, Dosen Fakultas Pertanian UNTIRTA.

Syifa Alfiah, S.Pi selaku ketua Komunitas Rhino Bahari kegiatan ini bukan sekadar pelatihan pengolahan sampah, tetapi tentang tumbuhnya harapan bahwa pesisir dapat dijaga bersama. “Kami percaya perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil di rumah untuk memilah sampah, lalu terhubung menjadi gerakan kolaborasi antara masyarakat, pemuda, pemerintah desa, serta para pihak yang peduli terhadap lingkungan. Terima kasih kepada Yayasan Salaka,  Yayasan KEHATI dan PT Nestlé Indonesia yang telah memberi ruang bagi kami untuk berkiprah dan membuktikan bahwa permasalahan sampah pun dapat diubah menjadi peluang, semangat, dan masa depan yang lebih baik bagi desa pesisir kami.

Melalui kegiatan tersebut, para pihak berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan pantai terus meningkat sehingga ekosistem pesisir dan laut di Kecamatan Sumur tetap terjaga untuk menopang kehidupan masyarakat di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *