YAYASAN LESTARI ALAM KITA

Pelatihan dan Pengambilan Data Pemetaan Mangrove Berbasis Open Street Map (OSM) di Kabupaten Pandeglang – Banten

Dalam rangka mendukung pelestarian ekosistem mangroe dan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan dan Pengambilan Data Pemetaan Mangrove berbasis aplikasi OpenStreetMap (OSM) pada tanggal 30–31 Juli 2025 bertempat di Kecamatan Panimbang dan Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Kegiatan ini didahului oleh pelatihan teknik pengambilan data dan penggunaan berbagai perangkat dalam mendukung pengumpulan data yang akurat. Pelatihan teknik dilakukan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang Banten dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Yayasan Keaneka Ragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan Yayasan Lestari Alam Kita (SALAKA), dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, mahasiswa, kelompok pemerhati mangrove, serta Humanitarian Open Street Map (HOT). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan pemetaan partisipatif kawasan mangrove dengan menggunakan platform pemetaan terbuka dan kolaboratif, yaitu Open Street Map.

Hari Pertama – Pelatihan Dasar dan Pengenalan OpenStreetMap

Kegiatan hari pertama dilaksanakan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa kampus Pakupatan. Pelatihan ini diawali dengan pengenalan konsep pemetaan partisipatif, pentingnya konservasi mangrove, dan pengenalan perangkat lunak Mapillary, Kobocollect serta Field Tasking Manager.

Para peserta kemudian diberikan praktik langsung penggunaan aplikasi dengan smartphone untuk pengambilan titik koordinat, pembuatan akun, serta teknik digitalisasi peta secara daring. Pemateri berasal dari komunitas pemetaan terbuka dan pakar sistem informasi geografis (SIG).

Hari Kedua dan Ketiga – Praktik Lapangan dan Pengambilan Data

Pada hari kedua, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan pengambilan data lapang langsung ke area mangrove yang berada di pesisir Panimbang, Kertamukti dan Cisekeut. Total lokasi pengambilan data berjumlah 5 lokasi dengan cakupan area mencapai 8 Ha. Pengambilan data mencakup titik-titik lokasi vegetasi mangrove, jalur akses, area degradasi, serta fitur-fitur penting lainnya seperti pemecah gelombang, data sosial, dan infrastruktur pesisir.

Data hasil pengambilan lapangan selanjutnya diunggah dan disunting di platform Open Street Map. Proses ini menjadi bagian dari penyusunan peta dasar partisipatif yang diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat, pemerintah desa, dan organisasi lingkungan untuk perencanaan dan pengelolaan kawasan mangrove secara berkelanjutan.

Dampak dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat teknis berupa peningkatan kapasitas peserta dalam pemetaan, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas pihak dalam upaya perlindungan lingkungan pesisir. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat secara mandiri melakukan pemetaan lanjutan serta mendukung penyusunan kebijakan berbasis data spasial.

Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan Training of Trainee (ToT) lanjutan serta dibentuk kelompok kerja pemetaan yang akan terus melakukan pemutakhiran data kawasan mangrove serta memanfaatkan peta OSM untuk mendukung program konservasi dan mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *