YAYASAN LESTARI ALAM KITA

Pengenalan dan Penerapan Salt Tunnel untuk Produksi Garam di Desa Panimbangjaya Kabupaten Pandeglang

Pendahuluan

Salah satu potensi ekonomi wilayah pesisir Kecamatan Panimbang yang belum dimanfaatkan adalah produksi garam. Industri garam merupakan salah satu jenis industri yang sangat potensial untuk dikembangkan di Provinsi Banten dengan panjang garis pantai >500 km (Murtadlo, 2020). Selain itu, permintaan garam di Kecamatan Panimbang untuk aktivitas pengolahan ikan asin mencapai 600 ton per tahun (Radarbanten, 2024). Selama ini, garam yang digunakan oleh nelayan mengandalkan pasokan dari luar Banten, yaitu dari Indramayu, Cirebon hingga Juwana dengan harga yang sangat berfluktuasi (Metro, 2023; Pandeglang, 2023). Belum adanya masyarakat di Kecamatan Panimbang yang memproduksi garam menyebabkan para pengolah ikan asin bergantung pada pemasok garam dari luar. Padahal kenaikan signifikan pada harga garam dapat mengancam keberlanjutan usaha pengolahan ikan di Kecamatan panimbang.
Ketersediaan garam dengan mutu yang baik dan kontinu sangat diharapkan oleh pelaku usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Pandeglang. Jumlah usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Pandeglang tahun 2021 sebanyak 201 unit (DKP, 2022) dengan kebutuhan garam untuk satu unit usaha pengolahan ikan asin sedikitnya 454 kg per bulan (Nuraeni dan Budi, 2022). Artinya, dibutuhkan garam > 90 ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Pandeglang. Peluang tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui penyediaan garam yang bermutu dan kontinu. Namun demikian, masyarakat di Kabupaten Pandeglang belum memiliki keahlian dalam memproduksi garam. Berdasarkan pada kondisi tersebut maka kegiatan introduksi dan transfer teknologi produksi garam melalui teknologi tunnel perlu dilakukan.

Teknologi Tunnel

Bangunan tunnel yang sudah selesai dan digunakan oleh kelompok KOMPAKSI berukuran panjang 20 m dan lebar 4 m menggunakan material rangka bambu yang diselimuti dengan plastik ultra violet (UV) sebagai atap dan dindingnya. Bagian dalam tunnel dibagi menjadi empat meja kristalisasi dengan luas masing-masing 20 m². Pada luas permukaan yang sama, semakin sedikit volume air dalam meja kristalisasi, maka proses penguapan akan semakin cepat (Hoiriyah 2019). Kecepatan penguapan air menjadi faktor kunci untuk menghasilkan garam dalam jumlah yang banyak dan waktu yang singkat (Syafii et al., 2022).

Proses peminihan atau penuaan air baku untuk pembuatan garam bertujuan untuk dapat mempercepat proses kristalisasi dan meningkatkan volume (berat) garam yang dihasilkan. Semakin tua air baku yang digunakan (memiliki nilai °Be tinggi), maka kandungan NaCl nya semakin tinggi dengan kandungan air yang rendah. Hal ini akan menyebabkan proses kristalisasi akan semakin cepat. Uji coba pada siklus pertama yang tidak mengunakan air tua berhasil memperoleh garam dengan berat 12 kg untuk meja kristalisasi dengan luas 20 m².

Teknologi tunnel dengan ukuran panjang 20 m dan lebar 4 m untuk produksi garam telah dimanfaatkan oleh kelompok KOMPAKSI dengan volume produksi garam sebanyak 12 kg dengan luas meja kristalisasi 20 m². Pada siklus pertama tanpa proses peminihan, waktu yang diperlukan untuk pembentukan kristal garam selama tiga minggu. Kehadiran teknologi tunnel mendapatkan dukungan yang tinggi dari berbagai stakeholder yang diharapkan dapat mengoptimalkan potensi produksi garam yang ada di pesisir Selat Sunda.

Daftar Pustaka:
https://www.radarbanten.co.id/2024/02/16/budidaya-garam-tak-lagi-jadi-program-prioritas-di-kabupaten-serang-ini-alasannya/diakses tanggal 23 Juli 2024.
https://metro7.co.id/nasional/banten/pandeglang/nelayan-di-kecamatan-panimbang-menjerit-harga-garam-enam-kali-lipat/2023/ diakses tanggal 21 Juli 2024.
https://pandeglang.inews.id/read/319169/pengolah-ikan-asin-di-panimbang-pandeglang-keluhkan-melambungnya-harga-garam/all/ diakses tanggal 20 Juli 2024.
Murtadlo, M. 2020. Gagasan Pengembangan Pendidikan Pesantren Berbasis Maritim di Banten. Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan. 18(1), 19-35.
DKP. 2022. Pemetaan Potensi Pergaraman di Provinsi Banten. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten.
Nuraeni, N., Budi, R. 2022. Analisis Usaha Ikan Teri (Stelophorus sp.) Asin pada UKM M. Saepudin dan Kegiatan Penyuluhan Perikanan di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. [Prosiding]. Seminar Nasional Perikanan Indonesia.
Hoiriyah, Y.U. 2019. Peningkatan Kualitas Produksi Garam Menggunakan Teknologi Geomembran. Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis. 6(2), 35-42. https://journal.trunojoyo.ac.id/jsmb/article/view/6684/0
Syafii, M., Ardiansyah, R., Suprihatin, Puspitawati, I.N. 2022. Peningkatan °Be Larutan Garam Melalui Teknologi Spray dalam Rangka Meningkatkan Produksi Garam. ChemPro Journal. 3(1), 1-7. https://doi.org/10.33005/chempro.v3i1.97

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *